Wisata
Kota Yogyakarta
Pesona wisata di Kota Yogyakarta tak
akan pernah lekang oleh waktu. Kota yang mendapat julukan sebagai Kota Gudeg
dan Kota Pelajar ini mempunyai beragam wisata alam, sejarah, dan budaya yang
patut untuk dikunjungi. Berikut ini merupakan beberapa objek wisata yang dapat
dijadikan pilihan untuk perjalanan wisata anda.
Keraton
Yogyakarta
Objek
wisata seni dan budaya yang paling bersejarah ini layak untuk Anda kunjungi
karena di Keraton Yogyakarta inilah Kerajaan Mataram pernah berjaya. Lokasinya
tidak sulit untuk dicari, jika dari arah Stasiun Tugu, Malioboro, atau Pasar Beringharjo
maka Anda tinggal melanjutkan perjalanan ke arah Selatan. Tak jauh dari ujung
Jl.Malioboro itulah alun-alun Kota Yogyakarta akan terlihat dan di sana Anda
dapat memarkir kendaraan untuk selanjutnya berjalan kaki ke Keraton Yogyakarta
dengan jarak yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 800 meter.
Kompleks
Keraton Yogyakarta ini terdiri dari tujuh halaman yang terbentang dari Utara ke Selatan sepanjang satu kilometer. Setiap halamannya dihubungkan dengan pintu
gerbang yang diberi nama Regol. Ketujuh halaman tersebut antara lain,
Sitihinggil Utara, Kemandungan Utara, Sri Manganti, Pelataran Kedaton,
Kemangangan, Kemandungan Selatan, dan Sitihinggil Selatan.
Pada
halaman inti dari keraton atau Pelataran Kedaton, Anda akan menjumpai Bangsal
Kencana yang berbentuk pendapa dilingkari dengan emper (kaki lima) pada keempat
sisinya. Di sebelahnya terdapat bangsal Proboyakso yang menyimpan pusaka-pusaka
keraton, termasuk lampu yang tidak pernah padam. Sedangkan di halaman keraton,
tepat berhadapan dengan Gedong Kuning berdiri bangsal Mandalasana, yang
digunakan untuk bermain musik.
Candi
Prambanan
Candi
yang terletak persis di perbatasan Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta dan
Provinsi Jawa Tengah ini berada di Desa Prambanan. Untuk menuju lokasi tersebut
sangatlah mudah, jika dari arah Yogyakarta, Anda hanya memerlukan perjalanan
sekitar 17 km ke arah Timur.
Berdasarkan
sejarah, Candi Prambanan merupakan kelompok candi Hindu yang dibangun oleh
raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad kesembilan. Candi Prambanan merupakan candi Hindu
terbesar di Asia Tenggara dengan tinggi bangunan utama mencapai 47 meter.
Kompleks candi ini terdiri dari delapan kuil (candi utama) dan lebih dari 250
candi kecil. Tiga candi utamanya disebut sebagai Trisakti dan dipersembahkan
kepada Sang Hyang Trimurti, yaitu Batara Siwa sebagai Sang Penghancur, Batara
Wisnu sebagai Sang Pemelihara, dan Batara Brahma sebagai Sang Pencipta. Kompleks
percandian Prambanan terdiri dari latar bawah, tengah, dan atas (pusat) yang
semakin ke arah dalam makin tinggi letaknya. Secara berturut-turut luasnya
adalah 390 m2, 222 m2, dan 110 m2. Sejak tahun
1991, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh Unesco.
Jalan
Malioboro
Menjelang
sore dan malam hari kehidupan di Jl. Malioboro akan mulai tampak ramai.
Berbagai macam makanan khas Yogyakarta seperti nasi gudeg disajikan secara
lesehan di sini. Sepanjang dua kilometer, Jalan Malioboro diramaikan dengan
berbagai restoran, kedai, dan toko souvenir dengan harga yang relatif murah. Di
sinilah merupakan tempat di mana Anda bisa mendapatkan berbagai macam barang
mulai dari pakaian sampai cenderamata khas Yogyakarta. Di sekitar Malioboro
juga terdapat banyak hotel serta tempat penginapan, jadi Anda tidak perlu
khawatir jika tidak mendapatkan tempat untuk bermalam.
Menurut catatan sejarah,
Malioboro merupakan jalan yang menghubungkan Monumen Tugu dengan Kerajaan
Sultan. Namun kini Malioboro dikenal sebagai bagian kota yang ramai karena
banyak kegiatan ekonomi berlangsung di sepanjang jalan ini. Di ujung Jl. Malioboro
terdapat Pasar Beringharjo. Pasar ini merupakan tempat bagi wisatawan untuk
mencari aneka kebutuhan pangan ataupun ingin berbelanja bahan batik khas
Pekalongan dan Solo.
Di bagian ujung
lainnya, tidak jauh dari Pasar Beringharjo, terdapat Benteng Vredeburg. Benteng
yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda tersebut menyimpan banyak sejarah
perjuangan bangsa Indonesia pada saat melawan penjajahan Belanda. Benteng ini
dapat dijadikan salah satu alternatif bagi para wisatawan untuk berkunjung
selama berlibur di Kota Yogyakarta. Dengan dikelilingi taman yang asri, benteng
tersebut tampak memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain itu,
pergelaran seni juga sering digelar di pelataran parkir Benteng Vredeburg ini.
Sumber :
Budiman, Yusephine DS., Widiarto, Marcellus. 2009. Pesona Wisata Jalur Selatan Jawa. Bogor : PT. Sarana Komunikasi Utama.




.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar