Label

Rabu, 04 Juni 2014

Wisata Kota Yogyakarta

Pesona wisata di Kota Yogyakarta tak akan pernah lekang oleh waktu. Kota yang mendapat julukan sebagai Kota Gudeg dan Kota Pelajar ini mempunyai beragam wisata alam, sejarah, dan budaya yang patut untuk dikunjungi. Berikut ini merupakan beberapa objek wisata yang dapat dijadikan pilihan untuk perjalanan wisata anda.

Keraton Yogyakarta


            Objek wisata seni dan budaya yang paling bersejarah ini layak untuk Anda kunjungi karena di Keraton Yogyakarta inilah Kerajaan Mataram pernah berjaya. Lokasinya tidak sulit untuk dicari, jika dari arah Stasiun Tugu, Malioboro, atau Pasar Beringharjo maka Anda tinggal melanjutkan perjalanan ke arah Selatan. Tak jauh dari ujung Jl.Malioboro itulah alun-alun Kota Yogyakarta akan terlihat dan di sana Anda dapat memarkir kendaraan untuk selanjutnya berjalan kaki ke Keraton Yogyakarta dengan jarak yang tidak terlalu jauh yaitu sekitar 800 meter.
            Kompleks Keraton Yogyakarta ini terdiri dari tujuh halaman yang terbentang dari Utara ke Selatan sepanjang satu kilometer. Setiap halamannya dihubungkan dengan pintu gerbang yang diberi nama Regol. Ketujuh halaman tersebut antara lain, Sitihinggil Utara, Kemandungan Utara, Sri Manganti, Pelataran Kedaton, Kemangangan, Kemandungan Selatan, dan Sitihinggil Selatan.
            Pada halaman inti dari keraton atau Pelataran Kedaton, Anda akan menjumpai Bangsal Kencana yang berbentuk pendapa dilingkari dengan emper (kaki lima) pada keempat sisinya. Di sebelahnya terdapat bangsal Proboyakso yang menyimpan pusaka-pusaka keraton, termasuk lampu yang tidak pernah padam. Sedangkan di halaman keraton, tepat berhadapan dengan Gedong Kuning berdiri bangsal Mandalasana, yang digunakan untuk bermain musik.

Candi Prambanan


            Candi yang terletak persis di perbatasan Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah ini berada di Desa Prambanan. Untuk menuju lokasi tersebut sangatlah mudah, jika dari arah Yogyakarta, Anda hanya memerlukan perjalanan sekitar 17 km ke arah Timur.
            Berdasarkan sejarah, Candi Prambanan merupakan kelompok candi Hindu yang dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad kesembilan. Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Asia Tenggara dengan tinggi bangunan utama mencapai 47 meter. Kompleks candi ini terdiri dari delapan kuil (candi utama) dan lebih dari 250 candi kecil. Tiga candi utamanya disebut sebagai Trisakti dan dipersembahkan kepada Sang Hyang Trimurti, yaitu Batara Siwa sebagai Sang Penghancur, Batara Wisnu sebagai Sang Pemelihara, dan Batara Brahma sebagai Sang Pencipta. Kompleks percandian Prambanan terdiri dari latar bawah, tengah, dan atas (pusat) yang semakin ke arah dalam makin tinggi letaknya. Secara berturut-turut luasnya adalah 390 m2, 222 m2, dan 110 m2. Sejak tahun 1991, candi ini adalah sebuah situs warisan dunia yang dilindungi oleh Unesco.

Jalan Malioboro


            Menjelang sore dan malam hari kehidupan di Jl. Malioboro akan mulai tampak ramai. Berbagai macam makanan khas Yogyakarta seperti nasi gudeg disajikan secara lesehan di sini. Sepanjang dua kilometer, Jalan Malioboro diramaikan dengan berbagai restoran, kedai, dan toko souvenir dengan harga yang relatif murah. Di sinilah merupakan tempat di mana Anda bisa mendapatkan berbagai macam barang mulai dari pakaian sampai cenderamata khas Yogyakarta. Di sekitar Malioboro juga terdapat banyak hotel serta tempat penginapan, jadi Anda tidak perlu khawatir jika tidak mendapatkan tempat untuk bermalam.
Menurut catatan sejarah, Malioboro merupakan jalan yang menghubungkan Monumen Tugu dengan Kerajaan Sultan. Namun kini Malioboro dikenal sebagai bagian kota yang ramai karena banyak kegiatan ekonomi berlangsung di sepanjang jalan ini. Di ujung Jl. Malioboro terdapat Pasar Beringharjo. Pasar ini merupakan tempat bagi wisatawan untuk mencari aneka kebutuhan pangan ataupun ingin berbelanja bahan batik khas Pekalongan dan Solo.
Di bagian ujung lainnya, tidak jauh dari Pasar Beringharjo, terdapat Benteng Vredeburg. Benteng yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda tersebut menyimpan banyak sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada saat melawan penjajahan Belanda. Benteng ini dapat dijadikan salah satu alternatif bagi para wisatawan untuk berkunjung selama berlibur di Kota Yogyakarta. Dengan dikelilingi taman yang asri, benteng tersebut tampak memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain itu, pergelaran seni juga sering digelar di pelataran parkir Benteng Vredeburg ini. 














Sumber :
Budiman, Yusephine DS., Widiarto, Marcellus. 2009. Pesona Wisata Jalur Selatan Jawa. Bogor : PT. Sarana Komunikasi Utama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar